insiden pembagian zakat di Pasuruan
Posted by dillah2008 on September 16, 2008
Pertama mendengar berita ini terus terang gw masih cuek2 saja, tapi begitu melihat penayangan di televisi sempet shock juga. Sebanyak 21 orang meninggal(mungkin bisa lebih) dalam upaya mendapatkan zakat yang dibagikan oleh seorang saudagar kaya sebesar 30rb seorang..sekali lagi 30rb seorang, kalau dihitung uang kurang dari sejuta yang membuat mereka meregang nyawa.
Pada acara diskusi yang diadakan oleh stasiun televisi tv-one didatangkan nara sumber seorang ustad/ekonom/akademisi yang cukup sering muncul yaitu syafi’i antonio. Ada yang menarik dari apa yang disampaikan oleh beliau, pada jaman kepemimpinan rasul dan para sahabat zakat umat dikumpulkan dalam satu lembaga jadi para pemberi zakat tidak langsung memberikan kepada orang lain yang berhak melainkan menyalurkannya ke lembaga yang sah. Kita boleh memberikan langsung kepada yang berhak apabila merupakan sanak saudara langsung, tidak seperti yang terjadi di pasuruan yang sepertinya para fakir-miskin yang mengantri bukan orang yang dikenal langsung.
Lembaga tersebut haruslah lembaga yang bisa dipercaya, dan kerjanya harus transparan. Lembaga ini mampu mendistribusikan kepada para orang2 yang benar2 membutuhkan, untuk ini diperlukan suatu sistem yang baik karena berdasarkan pengalaman yang pernah gw alami ketika membagikan zakat maupun daging ketika idul adha di mesjid dekat rumah gw para peminta-minta tersebut setelah mendapatkan bagiannya lalu kembali berebut lagi, dan akhirnya ada pula beberapa peminta-minta tersebut tidak mendapatkan bagian. Jadi mungkin pendataannya bs berdasarkan ID yang benar2 unik.
Yang gw kurang setuju adalah, mengapa sang dermawan malah ingin di tuntut karena kematian tersebut, bukankah orang itu awalnya mempunyai niat baik untuk mensucikan hartanya. Menurut gw harusnya pemerintah menghimbau dermawan itu untuk mengevaluasi caranya untuk mendermakan hartanya, bukankan dengan menderma hartanya sang dermawan tersebut juga membantu pemerintah untuk memberi makan rakyatnya yang notabene mensejahterakan rakyat adalah tugas utama pemerintah……hahahahaha mungkin mereka yang diatas sana sedang sibuk dengan urusannya masing-masing, mana sempat untuk memikirkan issue utama ini, mending mikir bagaimana taktik pemilu nanti, dan seperti taktik lama bisa saja sang dermawan ini dijadikan kambing hitam dan dipidanakan dengan alasan2 yang terkesan dibuat-buat, dibilang tidak meminta izin keramaian lah…atau membuat sesuatu acara sehingga menghilangkan nyawa orang.
Ga sabar deh melihat reaksi pemerintah atas kejadian ini, dan sangat tidak yakin apabila pemerintah mengambil sikap untuk instropeksi diri.