Blog gw

Pembalasan kepada supir angkot…

Posted by dillah2008 on December 23, 2008

Semalam ketika pulang kerja gw sudah berniat untuk memberikan sedikit pelajaran pada supir mikrolet, jika ketika harga premium naik 1000 rupiah dengan enaknya dia menaikan tarifnya(illegal) nah sekarang sepertinya waktu yang tepat untuk memberi pelajaran tentang “fairness”.

Begitu sampai pintu gerbang komplek gw menyetopkan mikrolet yang gw naikin dan kemudian memberikan uang 3rb rupiah, fyi ketika bensin naik seribu rupiah para supir mikrolet menaikan dengan semena-mena tarif yang tadinya 3rb menjadi 4rb. Dia mengatakan bahwa kurang seribu, lalu gw berargumen bahwa bensin kan sudah turun seribu juga..tapi tetap saja itu abang mikrolet kekeh dengan alasan belum ada peraturan penurunan tarif…hahahaha, dia pikir dia sedang bicara dengan siapa..langsung saja gw bilang, emang ketika tarifnya naik ada peraturannya??? akhirnya si abang mencoba kompromi dengan meminta tambahan 500 rupiah, tapi gw tetap kekeh dan tidak memberikan. Akhirnya perkataan kasar keluar dari mulutnya untuk gw :D

Kalau gw ceritakan kepada orang lain pasti default responnya “ya ampuun cuma gara seribu perak doang”, kenapa orang selalu melihat dari sisi bagian itu saja…kenapa mereka tidak melihat dari sisi keadilan(fairness). Gw melakukan itu karena gw ingin menegur sedikit sisi keadilan mereka..pas naek lo cepet banget naeknya, tapi kok pas turun lo belaga bego dan ngotot ga mao nurunin,  kalau akhirnya dia memelas dan bilang butuh seribu itu..toh bakalan gw kasih juga kok, bagi gw ini bukan masalah uang seribunya..yang penting dia merasa bersalah dulu.

Pernah juga pengalaman gw ketika di gramedia matraman, begitu membayar parkir keluar sang juru parkir kesulitan memberikan uang kembalian, dan menyuruh gw untuk menepi..kalo ga salah hutang si juru parkir tidak sampai 5rb rupiah, dan dia agak lama menghampiri gw untuk memberikan hutangnya itu  tapi gw tetap saja menunggu walaupun teman gw yang ikut menyuruh gw untuk jalan saja alias merelakan uang yang kurang dari 5rb tersebut. Saat itu gw berpikir sang juru parkir tidak profesional dan ada indikasi dia membuat lama supaya gw langsung jalan saja, karena gw juga sedang tidak terburu-buru gw tungguin saja lah.

Gw bangga dengan tindakan gw ini, dan gw berharap semua orang dapat mengikutinya. Umumnya penilaian orang kalau mendengarkan cerita ini pasti menganggap gw pelit,padang dan sebagainya :D , but hey.. I am padang :)
Bukan uang yang gw liat dalam kasus ini, tapi itikad dari orang yang bersangkutan. Ada beberapa contoh yang rasanya belum mampu gw ikuti seperti yang dilakukan sodara gw dulu ketika mengisi bensin, kekurangan kembalian sampai dibawah 500 perak saja masih dia minta bahkan dia rela menunggu dan menyuruh tukang SPBU tersebut menukarkan dulu. Gw tidak melihat dia sebagai orang yang pelit, toh ketika perjalanan itu dia juga mentraktir di rumah makan yang lumayan mahal..tapi dia sebal dengan prilaku-prilaku culas yang dilakukan orang lain dan berusaha untuk meluruskannya.

Contoh lain yang juga gw belum mampu melaksanakan adalah ketika belanja di supermarket, umumnya kembalian seratus atau sejenisnya diberikan dalam bentuk permen…lohh kalo kita bayar belanjaan kita kurang seratus perak memang dia mau dibayar dengan permen?!?!?!

Gw berharap sekali orang indonesia berani membela kebenaran mulai dari hal2 kecil. Jika ada perlakuan yang dirasa tidak adil berani menegurnya, seandainya belum bisa merubah keadaan minimal kita sudah usaha…umumnya orang indonesia selalu berkata emang kalo gw melakukan itu bisa merubah keadaan apa??!? ..yah kalo mayoritas pikirannya seperti itu memang sudah dijamin tidak akan merubah keadaan, lagian bukankan di mata Allah itu yang dinilai effort nya bukan result. Berapa banyak para nabi yang dinilai gagal dalam kacamata manusia karena sampai akhir hayatnya hanya memiliki kurang dari 10 orang pengikut, namun Allah selalu memujinya di dalam Al-Qur’an dan membanggakan usaha2 yang telah beliau lakukan.

Semoga gw menjadi lebih berani, dan juga rakyat negara ini sehingga negara ini bisa menjadi besar…Amiiennnnnn

One Response to “Pembalasan kepada supir angkot…”

  1. adhiguna said

    I agree with you totally. Jarang orang Indonesia yang seperti itu.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>