Ketika berjalan untuk mengambil air wudhu bertemu salah satu bos bagian lain, lalu dia bilang gw disuruh masuk besok(hari sabtu) untuk membantu mempersiapkan report, lalu gw tanya report macam apa memangnya soalnya sudah beberapa hari ini gw juga sudah merasa membantu untuk mengambil data dari kebutuhan report tersebut. Namun jawaban beliau suruh tanya sama bos yang satunya lagi, oke..begitu selesai solat gw langsung mendatangi bos yang dimaksud, dan gw tanya jenis data apa yang diperlukan..namun dia bilang tidak tahu soal itu, bahkan dia bilang besok dia juga tidak masuk karena report dia sudah selesai. Gw berinisiatif menunggu bos pertama yang ngomong diawal tadi, begitu gw tanya detail data yang diperlukan, dia juga ga bisa langsung menjawab dan masih melihat-lihat report yang ada.
Dari report yang ada gw lihat hampir semua sudah diisi, dan dia masih belum bisa jawab data apa yang diperlukan , selain itu dia juga lagi terburu-buru untuk menginterview orang dan bilang bahwa perlu bicara dulu sama gw, dan gw ketika menulis ini sedang dalam posisi menunggu
Gw adalah tipikal orang yang malas disuruh diluar jam kerja, namun sifat gw yang menunjang adalah serius ketika ada kerjaan dan dimasa jam kerja, karena keseriusan dan ke-fokusan gw itu mungkin mengakibatkan stamina gw berkurang ketika sudah lewat jam kerja..yah gw perlu cooling down setelah standby..kaya hape ajah perlu di recharge ulang..
Bagi gw yang namanya pekerja formal biasa (karyawan biasa) tidak bisa seharian dituntut mengenai pekerjaan, perlu bagi mereka untuk menikmati hidup seperti bercengkrama dengan keluarganya ataupun menjalankan hobi nya. Seandainya diperlukan diluar jam itu yah sepatutnya meminta secara baik-baik apa perlu dengan mengeluarkan kompensasi atas terpakainya waktu pribadi dari karyawan biasa tersebut, dan seandainya karyawan biasa itu menolak itu adalah hak dia..jangan dipermasalahkan!!!
Berbeda dengan para pembantu yang ada dirumah, mereka sepertinya harus standby 24 jam untuk disuruh..dan sering kali rada sungkan(karena kasihan) untuk menyuruhnya ketika malam sudah tiba. Banyak orang tua mengeluarkan duit yang tidak sedikit untuk menyekolahkan anaknya dengan tujuan nasibnya tidak sama dengan pembantu yang ada dirumah mereka..tapi kalau sudah begini apa bedanya yah
Tapi mengapa banyak orang merasa pemaksaan seperti ini biasa yah…pemaksaan itu dianggap kewajiban, atasan seenaknya menyuruh diluar jam kerja kepada bawahannya..dan sang bawahan hanya bisa menerima dan marah dalam hati. Mungkin sang penyuruh berpikir “take it or leave it” toh masih banyak yang mao kerja sama gw kalo elu cabut. Yahh inilah yang terjadi di masa sekarang ini, tapi seandainya para bawahan kompak gmana yah…Memangnya ga susah apa ngajarin karyawan2 baru, keluar effort, waktu, dan mungkin juga biaya.
Ingin sesekali dalam hidup gw ini untuk mencoba melawan, gw melawan karena gw merasa kerja gw cukup efektif, kan biasanya yang buat lama itu adalah maksud dari atasan yang ga jelas dan mungkin bertele-tele..dengan kata lain atasan yang oon. Ada baiknya perlu ada cost untuk semua itu, jadi selalu ada cost untuk pemikiran2 bodoh dan tidak efektif, jadi jika perusahaan ingin melakukan efisiensi yah paksa para bos2nya untuk berpikir efektif.
Dan akhirnya besok pun gw disuruh masuk, dan bos gw langsung yang bilang!!. Tapi ini masih mending, masih ada sifat kompromis alias win-win solution, begitu gw mengiyakan dengan raut muka jutek dia bilang, “memang kamu besok ada acara??”..lalu gw bilang iya dan gw bilang gw cuma bisa sampai jam 12-13 siang. Dan sepertinya dia setuju….
OT without paid…Sucks!!!
tapi andaikan dibayar jg kayaknya gw ga mao deh…