Kenangan ketika berulang tahun…
Posted by dillah2008 on August 19, 2009
Saya lupa tepatnya ketika ulang tahun keberapanya, tapi yang saya ingat saat itu saya masih duduk di bangku sma, mungkin kelas 2 (hmmm..sebenernya sudah bisa dicari tahu ulang tahun keberapanya yah
)…saya waktu itu baru bisa menyetir mobil dan kebetulan ayah saya memiliki sebuah mobil yang biasanya digunakan oleh kakak lelaki saya karena ayah saya menggunakan mobil dinas yang diberikan oleh kantor tempat dia bekerja.
Hari itu kebetulan kakak lelaki saya tidak membawa mobil itu ketika berangkat kerja dan seperti biasanya juga setelah bangun tidur-siang saya jalan2 dengan menggunakan mobil tersebut, tujuannya sih agar kemampuan menyetir saya semakin meningkat..Lagipula usia2 segitu sedang semangat2nya untuk menyetir mobil
Malang tak dapat dihindari untuk tak dapat diraih(CMIIW), ketika saya menjalankan mobil tersebut di sebuah perapatan tiba2 gerobak penjual es krim walls jatuh dan mengenai mobil yang saya bawa. Gerobak es krim itu jatuh karena menghantam tonjolan gardu air PAM yang ditanam di tanah. Gerobak itu rubuh menyebabkan talang air mobil ayah saya menjadi bengkok sehingga pintu sebelah kanan susah dibuka karena terhalang bengkokan talang air tersebut.
Pastinya omelan saya terima, baik dari ayah saya maupun kakak lelaki saya….yah memang salah saya juga sih. Ayah saya mendiamkan saya selama beberapa hari, saya pernah mencoba memancing beliau untuk berbicara tapi ternyata memang benar ayan saya sedang marah kepada saya, respon dari setiap pertanyaan yang saya lontarkan kepada beliau sangat ketus
.
Kejadian ini terjadi sudah sangat dekat dengan hari ulang tahun saya, biasanya ketika saya maupun kakak2 saya ulang tahun ayah memberikan sejumlah uang. Uang itu bisa dipergunakan untuk apa saja, bisa untuk membeli pakaian baru, atau mungkin untuk mentraktir teman2…namun karena saya tidak memiliki banyak teman akrab ketika itu (sepertinya juga teman2 saya tidak ada yang tahu tanggal lahir saya) jadi uang hadiah ulang tahun itu biasanya saya tabung saja.
Saya sudah sangat pasrah kalau-kalau hari ulang tahun saya pada saat itu tidak akan diberikan hadiah uang oleh ayah, yahh nasib lah…terima saja resiko atas kesalahan yang saya lakukan. Ketika H-1 menjelang ulang tahun saya, ayah masih mendiamkan saya..dan ketika keesokan harinya ibu memberikan ucapan selamat ulang tahun, saya meresponnya dengan datar2 saja karena merasa tidak akan diberi hadiah tahun ini ![]()
Tapi kemudian tidak lama setelah itu ayah dengan gaya2 sok cuek nya memberikan selamat juga kepada saya disertai senyum2 kecil (atau mungkin paksaan) dan setelah itu ayah saya mulai becanda dengan nada menakuti kalau tidak diberi hadiah tahun ini…Saya sudah cukup mengenal ayah saya, kalau beliau melakukan aksi seperti ini biasanya beliau hanya becanda dan kemudian saya memintanya, dan akhirnya beliau memberikan saya hadiah uangnya
Inilah pengalaman ulang tahun yang saya ingat