Akhirnya diturunkan juga BBM oleh pemerintah, entah karena tuntutan publik ato mendekati masa kampanye ato karena alasan yang lain..sorry jadi suudzon, abis yang kelihatan selalu begitu sich..hehehehe.
Sebenernya tarif premium sudah terlebih dahulu diturunkan kemarin, kalo ga salah turun sebesar 500 perak. Kalau dilihat waktu pertama kali BBM naik supir angkot dengan seenaknya mereka menaikkan tarif sebesar 500 perak(sesuai kenaikan), entah bagaimana perhitungannya sampai bisa naik sebesar itu, katanya komponen pembentuk ongkos itu ga cuma harga BBM tapi kok bensin naik gope ongkos juga naek sgitu seakan-akan komponen BBM adalah 100% dari tarif tersebut.
Kenaikannya juga sangat sepihak, gw diminta lebih seribu ketika turun oleh sang supir..karena malas berdebat dan sedikit iba yaudah deh gw kasih ajah. Sebenernya gw sangat dirugikan karena belum ada pengumuman resmi, nah ketika harga bensin turun 500 mereka cuek saja
Setahu gw organisasi yang mengatur masalah tarif ini adalah ORGANDA, giliran kenaikan tarif baru menjadi isu saja teriaknya bukan maen kerasnya..sampai mengancam akan mogok jika keinginannya tidak dipenuhi…emangnya kalo mogok itu supir makan apa toh pak!!!
Kalau mau fair begitu BBM turun juga menurunkan tarif dong…
Harusnya pemerintah turun tangan dengan masalah ini soalnya banyak masyarakat menengah kebawah yang menggunakan angkutan umum, buat aturan yang memihak rakyat dan tidak mematikan bisnis pengusaha angkot juga. Kalo mereka masih membandel…cabut izin trayeknya..Hmmm kapan yah negara ini bisa berjalan ideal seperti ini
Masalah lain adalah distribusi, begitu BBM naik banyak SPBU melakukan kecurangan dengan menimbun dengan harapan mendapakan keuntungan karena mereka membeli dengan harga yang lebih murah. Begitu BBM turun juga terdapat kecurangan yang dilakukan SPBU dengan menahan stok BBM mereka, gw kurang ngerti maksudnya apa ..walau dijual besok2 juga pasti tetep rugi..bagaimana yah maksudnya ???
Yah semoga saja pemerintah bisa menyelesaikan masalah ini, memang sih kalau dilihat wilayah negara ini terlalu luas untuk diatur…tapi masa ga pernah belajar sich…gw yakin selama ada niat baik penyelesaian akan datang begitu juga sebalikanya kalau memang niatnya mo korup pasti ada ajah alasan dan cara untuk membenarkan.
Kepada bapak-bapak yang diatas gw cuma mo mengingatkan, kalau nanti di akhirat kekuasaan bapak2 itu dipertanggung jawabkan pada pengadilan yang maha adil….